Analytic Hierarchy
Process (AHP) sebagai Sistem Pendukung Keputusan di Industri Pipa Minyak Bumi
Analytic Hierarchy Process (AHP) adalah teknik
pengambilan keputusan yang dikembangkan pada 1970 oleh matematikawan Thomas L.
Saaty, sekarang profesor di University of Pittsburgh Katz. AHP dapat digunakan
dalam pengambilan keputusan yang kompleks, tidak terstruktur, dan berisi manyak
atribut. Keputusan yang dijelaskan oleh kriteria tersebut tidak cocok dalam
kerangka linear; mereka mengandung unsur fisik dan psikologis. AHP menyediakan
sebuah metode untuk penilaian kuantitatif dan subjektif sebagai pembuatan
keputusan dengan cara yang dapat diukur.
Pentingnya pengambilan keputusan
di industri pipa minyak tercermin karakter dan besarnya suatu industri. Di
seluruh dunia, pipa mentransportasi gas alam, minyak mentah dan produk akhir
minyak secara jarak jauh di dalam negara
dan di seluruh perbatasan untuk memenuhi kebutuhan energi. Tujuan keseluruhan dalam memilih rute pipa minyak adalah sambungan sumber
gas mentah alam ke kilang atau perusahaan utilitas. AHP telah berhasil diterapkan untuk seleksi rute,
memungkinkan para pengambil keputusan untuk menghubungkan faktor-faktor
subjektif dan objektif yang terlibat
dalam berbagai kriteria keputusan. Teknologi sistem Informasi geografis (GIS)
terintegrasi ke dalam sistem pendukung keputusan dan digunakan untuk
menyediakan rute alternatif.
Table 1. Matriks Perbandingan pada Level II
|
Seleksi Rute
|
Panjang
|
Operabilitas
|
Pemeliharaan
|
Pendekatan
|
Pembangunan
|
Lingkungan
|
Bobot
|
|
Panjang
|
1
|
3
|
2
|
5
|
4
|
7
|
0,28
|
|
Operabilitas
|
1/3
|
1
|
1
|
3
|
4
|
5
|
0,19
|
|
Pemeliharaan
|
1/2
|
1
|
1
|
2
|
3
|
5
|
0,2
|
|
Pendekatan
|
1/5
|
1/3
|
1/2
|
1
|
1/2
|
3
|
0,13
|
|
Pembangunan
|
1/4
|
1/4
|
1/3
|
2
|
1
|
4
|
0,16
|
|
Lingkungan
|
1/7
|
1/5
|
1/5
|
1/3
|
1/4
|
1
|
0,04
|
Bobot Relatif dihitung untuk
setiap faktor melalui matematika dasar yang diberikan oleh Saaty. Studi kasus yang menerapkan metodologi ini untuk seleksi rute menyimpulkan
bahwa rute yang dipilih secara optimal itu sebenarnya lebih lama daripada dua
kemungkinan-kemungkinan lain, tetapi dengan risiko yang sedikit yang terkait dengan faktor-faktor lain.
Sumber: Sam
Nataraj, Ph.D., Morehead State University, s.nataraj@moreheadstate.edu
Postingan yang menarik mengenai salah satu metode Decision Support System. Terimakasih Evi :D
BalasHapuswah bagus sekali ulasannya, tidak hanya berkutat dengan decision support system namun lebih diperjelas lagi dengan salah satu contoh metodenya yaitu analytic hierarchy method. sangat menarik!
BalasHapusAHP itu sepertinya bagus banget yah untuk pengambilan keputusan. untuk pertambangan pun bisa dipakai. semoga bisa nulis banyak lagi ya tentang aplikasi pendukung keputusan lainnya hehe nice :)
BalasHapusNice writing! kebetulan saya berminat berkecimpung di industri migas
BalasHapusinformasi yang bagus, saya jadi tertarik untuk mengetahui lebih dalam
BalasHapus